20 Februari 2020

Ketika Indikator Berkata Buy/Sell, Segera Lakukan!

Ketika Indikator Berkata Buy/Sell, Segera Lakukan!

Sebagai manusia biasa, ketika mengambil keputusan sangat wajar jika dipengaruhi oleh perasaan. Terlebih lagi saat mengambil keputusan untuk sesuatu yang sulit, maka biasanya faktor logika akan dikesampingkan dan akhirnya pengambilan keputusan didominasi oleh perasaan.

Sebenarnya tidak ada yang salah, selama pengambilan keputusan yang berdasarkan perasaan itu dapat dipertanggungjawabkan. Namun, bagaimana jika keputusan saat trading lebih sering diambil berdasarkan perasaan? Bukan informasi dari indikator yang kita gunakan?

Terlepas dari hakekat manusia yang selalu melibatkan perasaan, tentu saja dalam trading perasaan harus dihilangkan untuk sementara waktu.

Mengapa harus demikian?

Sebab, segala keputusan dalam trading harus berdasarkan sesuatu dan memiliki dasar, salah satunya adalah informasi yang diberikan oleh indikator atau apapun tools yang anda gunakan saat trading.

Singkat kata, jika indikator/teknik anda mengatakan harus buy, perasaan anda mau tidak mau harus buy juga, meskipun kita tahu tidak ada jaminan bahwa keputusan tersebut akan mendatangkan profit.

Oh ya, bukannya anda sebagai trader memang harus sudah siap dengan hal itu? Bukankah anda sudah menyadari bahwa trading (dan segalanya di dunia ini) adalah probabilitas?

Sama halnya jika teknik anda mengatakan harus sell. Tidak ada alasan untuk menunda (kecuali memang teknik anda menggunakan pending order), lakukan apa yang dikatakan oleh teknik atau cara trading anda.

Oke, setelah anda mengikuti apa maunya indikator/teknik/cara trading anda, lalu trading tersebut berakhir dengan loss, maka pikiran anda akan berkata...

"Seandanya tadi saya sell..."

"Seandanya tadi saya buy..."

"Seadainya saya mengikuti apa kata hati..."

Jika anda masih memikirkan hal tersebut, perlu saya ingatkan lagi bahwa trading adalah probabilitas! Segalanya yang belum terjadi masih berupa kemungkinan!

Seseorang bisa memastikan sesuatu akan terjadi sesuai dengan keinginannya karena memiliki banyak faktor penguat yang memungkinkan kejadian tersebut akan sama persis dengan pemikirannya.

Dan jika anda mengenal orang tersebut, ada baiknya anda segera meminta wangsit ke mana harga akan bergerak agar setiap trading yang akan lakukan berakhir dengan profit.

Saya yakin ada suatu pemikiran: jika trading dengan teknik atau perasaan masih berupa probabilitas, lalu mengapa tidak trading menggunakan perasaan saja?

Pertanyaan yang bagus!

Saya tidak memiliki kemampuan trading menggunakan perasaan dan tidak melarang anda untuk melakukan hal tersebut. Silakan anda bisa melakukan hal tersebut sesuka hati, kapanpun.

Hanya saja, saat trading menggunakan cara atau teknik, hal tersebut memberikan positive expetancy yang mana jika dilakukan dalam jangka waktu panjang, akan memberikan hasil yang positif tentunya.

Oh ya ngomong-ngomong sudah tahu apa itu positive expetancy? Jika belum anda bisa menemukannya di blog ini.

Sekarang, pilihan ada di pikiran lalu turun ke tangan anda.

Salam satu frekuensi.

Sumber gambar:
https://www.pexels.com/photo/man-wearing-black-and-white-stripe-shirt-looking-at-white-printer-papers-on-the-wall-212286/

Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only