26 Mei 2019

Pentingnya Rencana Dalam Trading

Pentingnya Rencana Dalam Trading

Tidak tahu kapan saatnya masuk pasar?

Atau tidak tahu juga kapan saatnya keluar dari pasar?

Atau, malah tidak tahu berapa kerugian yang akan dialami nanti?

Jujur saja, jika tidak tahu ketiga itu (padahal masih banyak lagi), sudah dipastikan seorang trader tidak menggunakan trading plan, tidak usah malu mengakui hal tersebut karena saya juga dulu melakukan hal yang sama.

Maka dari itu, post kali ini saya tujukan untuk trader yang masih belum mempunyai rencana trading atau trading plan, mari kita bahas lebih dalam lagi.

Mengenal trading plan


Sederhana saja, trading plan bisa diartikan sebagai sebuah perencanaan sebelum seorang trader melakukan trading.

Hanya saja, dalam prakteknya sangat susah dilakukan, karena kebanyakan trader tidak sabar untuk trading dengan harapan mendapatkan profit.

Alih-alih mendapatkan profit, sementara trader tidak menyiapkan diri karena loss itu pasti, sehingga merasa kecewa dan menyalahkan forex trading.

Untuk mengatasi kekecewaan, menghindari ekspektasi berlebihan maka seorang trader perlu membuat sebuah trading plan.

Membuat trading plan dapat dimulai dengan menanyakan diri sendiri terlebih dulu perihal apa saja tindakan yang akan kita lakukan, contohnya begini:

  1. Kapan saatnya saya masuk pasar?
  2. Kapan saatnya saya keluar pasar?
  3. Pair apa saja yang akan saya pilih untuk melakukan transaksi?
  4. Time frame berapa yang akan saya gunakan untuk melakukan transaksi?
  5. Berapa batas kerugian yang akan saya alami atas transaksi ini?
  6. Berapa keuntungan yang akan saya dapatkan atas transaksi ini?
  7. Jika terjadi hal di luar dugaan seperti listrik mati atau lainnya, apa yang harus saya lakukan?

Itu adalah contoh trading plan sederhana yang dapat anda terapkan dan atas pertanyaan tersebut maka sebuah trading plan bisa dibuat, contohnya begini:

  1. Saya masuk pasar jika ada konfirmasi indikator
  2. Saya keluar pasar jika SL atau TP tersentuh
  3. Saya trading hanya di pair EURUSD
  4. Saya trading menggunakan time frame H1 dan H4
  5. Batas kerugian maksimal 1% dari total balance per transaksi
  6. Keuntungan yang akan didapatkan 2% dari total balance
  7.  Jika terjadi hal di luar dugaan maka saya tidak akan trading!

Nah itu hanya sebuah contoh, untuk lebih jelas dan detail anda dapat menambah sesuai dengan rencana masing-masing.

Terlihat sederhana bukan? Memang sederhana, tapi percayalah bagi yang tidak terbiasa menggunakan trading plan akan merasa tidak sabar untuk segera open posisi karena banyaknya aturan, padahal aturan ini dibuat untuk membuat seorang trader disiplin sehingga bisa profit konsisten.

Rencana hanya akan sebatas rencana jika tidak dilakukan. Percaya tidak percaya trading plan menjaga seorang trader dari margin call/modal habis. Trading plan adalah salah satu langkah yang digunakan oleh trader profesional untuk mendapatkan profit konsisten dari waktu ke waktu. Secara tidak langsung trading plan juga membentuk mindset seorang trader agar dapat bertahan dari serangan drawdown.

Sudahkan anda menjalankan trading plan dengan disiplin? Atau sama sekali belum mempunyai trading plan? Masih belum terlambat, kini saatnya anda membuat trading plan yang sesuai dengan cara trading masing-masing.

Semoga membantu, salam profit!

Sumber gambar:
https://www.pexels.com/photo/notebook-1226398/

2 komentar:

Whatsapp Button works on Mobile Device only