20 April 2019

Mindset Adalah Modal Awal Seorang Trader

Mindset Adalah Modal Awal Seorang Trader

Saya yakin, sangat yakin, para pemula yang baru menyentuh dunia trading forex akan langsung mencari cara bagaimana mencetak profit fantastis, mencari indikator atau teknik yang profitnya gila-gilaan serta mencoba mencari cara agar tidak pernah loss. Sayangnya, prilaku seperti itu membawa dampak buruk bagi trader dan menyalahkan forex sehingga beranggapan forex itu judi, padahal forex tidak lebih seperti perdagangan pada umumnya.

Jika anda kebetulan mengalaminya, tenang saya juga dulu begitu dan kini saya mencoba merubah mindset anda agar dapat melihat forex lebih masuk akal. Saya pun sangat bersyukur jika ini dapat meluruskan pemikiran anda.

Kita mulai...

Oke, apa yang anda pikirkan mengenai forex saat ini juga?

Jalan cepat kaya?

Seperti judi?

Hanya main untung-untungan?

Jika itu yang ada di pikiran anda, saya tidak menyalahkan, pertama karena saya juga dulu begitu, kedua karena sekarang ini kebanyakan media hanya berbicara tentang profit saja dan ingin mengambil keuntungan tanpa pernah menjelaskan forex lebih rinci. Tidak heran jika publik berasumsi negatif terhadap forex.

Simpel, trading itu berdagang


Bagaimana jika saya mengatakan trading itu adalah kegiatan berdagang?

Jika diterjemahkan, trading berasal dari kata trade yang artinya perdagangan. Cukup jelas bukan?

Beda dengan arti kata gambling :)

Ketika trading, khususnya forex, anda sedang melakukan jual-beli mata uang secara elektronik. Anda punya modal jualan (balance), barang dagangan anda berupa mata uang, beres... Anda tinggal melakukan transaksi, anda akan mendapatkan keuntungan ketika beli murah dan bisa jual mahal.

Sederhana bukan?

Sampai sini, sekiranya anda sudah bisa melihat forex itu adalah kegiatan jual-beli dan kini tugas anda adalah menyusun strategi agar bisa mendapatkan keuntungan dari kegiatan jual-beli yang anda lakukan.

Tidak usah berpikir terlalu jauh apalagi buru-buru mencari indikator holygrail, bagaimana caranya agar bisa untung saya sarankan cukup mengerti dulu dengan hukum penawaran permintaan. Bagaimana barang bisa laku jika tidak ada permintaan, betul kan?

Contohnya begini,

Apakah di musim panas anda akan menjual sweater? Atau di musim dingin anda menjual es?

Permintaan pasti ada, tapi saya yakin kecil sekali. Bagaimana jika kondisinya dibalik, anda menjual sweater di musim dingin dan es di musim panas? Tentu terdengar lebih masuk akal dan memungkinkan barang yang anda jual akan lebih cepat laku kan? Meskipun saat ini anda belum melakukannya sekalipun.

Begitu pula dalam forex, jika anda bisa mengerti kondisi pasar apakah lebih banyak permintaan atau penawaran, maka di dalam diri akan ada kepercayaan mampu mendapatkan profit lebih banyak daripada loss sehingga saat trading bisa lebih percaya diri. Trader luar biasa menyebut istilah ini dengan trading edge.

Akhir kata


Saya harap dengan prinsip ini nantinya bisa menjadi dasar anda untuk melakukan transaksi forex mengapa harus beli atau jual. Sekali lagi saya ingatkan, ketika trading anda sedang melakukan kegiatan jual-beli, tidak lebih dan kurang.

Seperti apakah mindset anda saat ini mengenai forex? Bagikan pengalaman dan pendapat anda di kolom komentar.

Sumber gambar:
https://www.topsimages.com/images/dear-parents-teenage-posts-e8.html

Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only