14 Februari 2019

Meniru Cara & Kebiasaan Trader Profesional

Meniru Cara & Kebiasaan Trader Profesional

Mendengar kata trader, sudah terbayang di kepala bahwa ini adalah profesi idaman kebanyakan orang yang mampu memberikan kebebasan finansial dan waktu namun tidak lepas juga dari kata judi, padahal sebenarnya trading bukanlah judi. Trader adalah orang yang melakukan trade, sedangkan trade artinya adalah perdagangan atau jual beli, hanya saja media perdagangan mereka dalam bentuk digital/grafik, bukan fisik seperti perdagangan di pasar pada umumnya.

Oke mari kita lanjut,

Belakangan ini saya lebih sering mencari tahu seperti apa sih sebenarnya cara dan kebiasaan trader yang sudah profesional.

Saya tidak mencari tahu dengan cara membaca dari pihak ketiga, namun saya membaca langsung dari website mereka.

Dan akhirnya saya temukan bahwa dari sekian banyak trader profesional yang ada di luar sana, mereka memiliki kebiasaan yang sama, apa saja?

Mereka memiliki edge

Istilah ini sangat jarang dibahas karena biasanya trader pemula langsung asal main tembak mencari teknik trading yang sempurna dan tidak pernah loss. Percayalah itu semua tidak pernah ada.

Ini bukanlah edge sinyal modem, edge dalam trading kurang lebih pengertiannya begini:
Saya ajak teman main lempar koin. Jika muncul kepala, teman akan mendapatkan 200rb, tapi jika muncul ekor maka saya akan mendapatkan 100rb. Kita lakukan permainan ini sebanyak 100x atau lebih. Sebelum memulai, apakah teman sudah bisa membayangkan siapa yang akan mendapatkan uang lebih banyak?

Nah kurang lebih seperti itulah arti dari edge dalam dunia trading. Kedengarannya seperti mustahil, namun dengan menggunakan teknik yang tepat dan menggunakan rasio risk reward 1:2 maka teman akan mempunyai keyakinan akan profit dengan teknik masing-masing jika dilakukan secara long term.

Oleh karena itu kita tidak perlu heran jika mereka seringkali loss tetapi hasil akhir trading tetap profit.

Mereka membutuhkan sedikit waktu untuk menganalisa

Trader pro hanya perlu waktu kurang dari satu jam untuk menganalisa market dan akan digunakan trading untuk satu minggu ke depan. Saya maklum jika ini susah diterima akal sehat, tapi begitulah nyatanya.

Kebanyakan dari mereka tidak menggunakan indikator sama sekali, mengabaikan fundamental dan trading di time frame yang besar.

Banyak yang salah paham, semakin besar time frame maka trading akan semakin lama. Padahal trading di time frame kecil pun jika market dalam keadaan sideway akan membutuhkan waktu yang lama untuk rally atau trending.

Pemikiran mereka semi robot

Cara trading mereka manual, tetapi cara entry, exit, manajemen dan lainnya sama seperti robot: harus disiplin dan sesuai aturan.

Mereka tidak memiliki toleransi apa pun yang terjadi dalam market dan membiarkan loss terjadi karena batasan kerugian sudah diperhitungkan. Kalau pun ada perubahan target atau exit, itu semua sudah menjadi bagian trading plan mereka. 

Jadi pada saat trading, yang mereka lakukan hanya: set and forget!

Itu hanya sebagian kecil dari kebiasaan mereka yang perlu ditiru, semua itu saya rangkum agar lebih padat.

Saya tidak mengatakan diri sudah pro, namun di saat awal belajar trading forex tentu saya sangat tidak percaya dengan itu semua karena bertolak belakang dengan pemikiran yang dimiliki oleh trader pemula.

Tapi balik lagi, dalam dunia trading tidak ada yang pasti, tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah. Semua yang akan terjadi hanya kemungkinan. Hanya saja melihat bukti bahwa mereka bisa bertahan di dunia trading maka perlu kiranya untuk meniru hal yang baik.

Nah itulah cara dan kebiasaan trader profesional yang saya temui faktanya. Bagaimana dengan teman sendiri? Apakah setuju atau memiliki pendapat lain?

Sumber gambar:
https://www.varchev.com/en/what-separates-the-retail-forex-trader-from-the-professional/

Posting Komentar

favourite category

...
test section description

Whatsapp Button works on Mobile Device only