22 Desember 2018

Plus Minus Windows 10 Menjelang Akhir 2018

Plus Minus Windows 10 Menjelang di Akhir 2018

Saya termasuk orang yang malas ganti sesuatu sampai hal itu benar-benar harus diganti atau karena ada hal mendesak, begitu juga dalam urusan OS laptop. Selama ini saya sudah nyaman menggunakan Windows 8.1 karena kebutuhan saya tidak banyak, hanya untuk sekedar browsing, membaca, membalas email dan tentunya untuk bekerja.

Kalau hanya untuk itu kenapa dari dulu tidak menggunakan Linux saja?

Alasan saya karena ada aplikasi Windows yang tidak berjalan lancar di Linux meskipun sudah menggunakan Wine dan itu adalah aplikasi utama yang sering digunakan (yang pasti bukan aplikasi office). Sebenarnya saya ada laptop lagi satu (Lenovo IdeaPad S210) yang sudah agak jadul dan itu pun menggunakan Linux agar lebih enteng digunakan.

Lanjut ke inti pembahasan,

Singkat cerita, suatu hari saya cek Windows Defender ternyata tidak aktif dan tidak bisa diaktifkan, karena keamaan menjadi prioritas utama dan kebetulan tersedia driver untuk Windows 10 akhirnya saya migrasi ke OS terbaru milik Microsoft ini.

Saya yakin setiap pemilik laptop pasti malas untuk install ulang karena harus memulai dari awal lagi. Namun percayalah dengan saya, keamaan data jauh lebih penting. Memang belum saya riset secara pribadi, namun dilihat dari perkembangan sudah tentu keamanan di Windows 10 lebih baik dari seri sebelumnya, pendapat pribadi loh ya...

Yah tapi harus diakui ada rasa malas juga untuk install ulang lagi.

Skip skip...

OS pun sudah berganti menjadi yang teranyar, kesan pertama saya: WOW! Saya sadar betul kalau saya termasuk orang yang ketinggalan karena menggunakan Windows 10 baru-baru ini.

Review ini dibuat kurang lebih seminggu setelah OS terpasang, Windows 10 saya dapatkan langsung dari situs Microsoft dalam bentuk .ISO, laptop yang digunakan adalah Asus X455LN dengan prosesor i5 RAM 8GB. 

Kita bahas kelebihannya dulu.

Gratis!

Tahukah teman kalau Windows 10 ini gratis? Benar, memang gratis tapi hanya bisa digunakan selama sebulan saja dan setelah itu akan muncul notifikasi untuk melakukan aktivasi tapi tetap bisa digunakan. Kabar baiknya, tanpa aktivasi pun sebenarnya tidak ada pengaruh atau pengurangan performa, hanya sebatas watermark/pemberitahuan untuk aktivasi saja. Ada yang mengatakan Windows 10 ini sebagai shareware karena gratis namun terbatas.

Silakan download gratis Windows 10 melalui link berikut:

https://www.microsoft.com/en-us/software-download/windows10

Microsoft Edge yang Setara Google Chrome


Plus Minus Windows 10 Menjelang di Akhir 2018

Tidak seperti saudaranya: Internet Explorer/IE yang digunakan untuk download browser lainnya lalu diabaikan, ME hadir seperti browser yang akan teman download untuk menggantikan IE. Tidak perlu saya jelaskan lebih jauh karena dari sisi penampilan dan performa sangat baik. Namun sayangnya, karena sudah terlanjur menggunakan Chrome yang sudah sinkron dengan data di android membuat saya menjadikan ME sebagai browser secondary. Nah bagi teman yang tidak ada kebutuhan sinkron atau hanya sekedar browsing, ME sangat bisa diandalkan.

Fitur Melimpah


Plus Minus Windows 10 Menjelang di Akhir 2018

Banyak fitur bagus yang baru saya ketahui dan sangat kekinian seperti gambar di atas di mana Windows 10 menampilkan notifikasi ala smartphone. Fitur lainnya yang saya sering gunakan antara lain:
  • Focus assist: di Windows 10 setiap aplikasi bisa memunculkan notifikasi mirip seperti smartphone, fitur ini bisa teman gunakan agar notifikasi nonaktif untuk sementara waktu sehingga tidak menggangu aktifitas seperti pada saat presentasi.
  • Night light: jika diaktifkan akan membuat monitor meredup dan agak menguning, bertujuan untuk membuat mata agar tidak mudah cepat lelah terutama di malam hari.
Sisanya saya rasa teman sudah tahu apa gunanya jika dilihat dari namanya.

Banyak Aplikasi Gratis


Plus Minus Windows 10 Menjelang di Akhir 2018

Tidak ada yang tidak suka gratisan, termasuk saya. Semua aplikasi gratis di store bisa teman download langsung. Kalau tidak gratis berarti harus bayar, hehe.

Contohnya seperti gambar di atas, Spotify bisa teman download gratis sehingga tidak perlu lagi memenuhi HDD untuk menyimpan lagu.

Download Driver Secara Otomatis


Plus Minus Windows 10 Menjelang di Akhir 2018

Setelah install ulang, sebaiknya teman masuk ke bagian update, di sana akan terlihat apakah Windows sedang melakukan update atau tidak. Jika ya, biarkan semua download dan update selesai sebelum digunakan atau install aplikasi lainnya.

Inilah kelebihan Windows 10 di mana kita akan sedikit terbantu karena tidak perlu pusing mencari driver lagi, sistem secara otomatis akan mencari driver yang kompatibel dengan Windows 10 tentunya.

Bluetooth yang Bekerja Lebih Baik


Plus Minus Windows 10 Menjelang di Akhir 2018

Seperti penjelasan di atas, Windows 10 secara otomatis mencari sendiri driver untuk setiap hardware yang terpasang, begitu juga untuk bluetooth. Tidak seperti Windows 8.1 di mana sangat susah untuk menghubungkan speaker dengan laptop via bluetooth entah apa sebabnya, di Windows 10 tidak saya temui kendala sama sekali. Proses pairing berjalan dengan sangat mulus, semulus paha 48 gadis yang sering terlihat di tv.

Kelebihan sudah, sekarang akan saya beberkan kekurangannya...

Hang?

Betul, laptop seperti beku sehingga saya harus tekan tombol power sampai mati. Saya ingat betul pada saat itu aplikasi Spotify tidak bisa close dan saya klik berkali-kali pilihan close lalu berujung laptop saya menjadi hang sehingga harus dimatikan paksa.

Baru sekali saja saya temui kejadian seperti ini, selebihnya lancar jaya wijaya.

Driver Otomatis yang Masih Jadul

Sebelumnya saya sudah menjelaskan jika Windows 10 secara otomatis akan mencari dan install driver yang tepat untuk setiap perangkat yang terpasang. Namun ternyata tidak semua driver yang diberikan adalah versi terbaru, melainkan driver jadul yang sudah ketinggalan sehingga hardware tidak berfungsi dengan maksimal. Namun tidak perlu khawatir, teman bisa menggunakan software pencari driver untuk mengatasi masalah ini. Saya sendiri menggunakan Driver Booster.

Boros Kuota Internet

Rasanya yang ini tidak perlu dijelaskan lebih jauh ya? Hehe. Karena banyak aplikasi yang membutuhkan internet berjalan di background process membuat boros kuota. Hmm sepertinya Windows 10 lebih cocok untuk teman yang suka bisnis internet ya.

Nah itu dia plus minus Windows 10 di penghujung tahun 2018 ini. Secara pribadi, saya sendiri sangat menyarankan untuk segera migrasi ke Windows 10 jika laptop teman memang support Windows versi terbaru ini.

Itu hanya saran, sekarang kembali ke pilihan masing-masing apakah perlu untuk pindah atau tetap di OS saat ini.

Oke saya rasa cukup sekian, sebenarnya masih banyak kelebihan yang saya rasakan namun saya rasa sisanya hanya bersifat minor saja.

Nah bagaimana dengan teman sendiri? Silakan isi di kolom komentar bagaimana pengalamannya selama menggunakan Windows 10 atau alasan mengapa tetap setia menggunakan Windows versi sebelumnya.

Sumber gambar:
https://www.microsoft.com/en-us/software-download/windows10

Posting Komentar

favourite category

...
test section description

Whatsapp Button works on Mobile Device only