18 Desember 2018

Diskriminasi Forex

Diskriminasi Forex

Diambil dari Wikipedia, arti diskiminasi adalah ketika seseorang diperlakukan secara tidak adil karena karakteristik suku, antargolongan, kelamin, ras, agama dan kepercayaan, aliran politik, kondisi fisik atau karateristik lain yang diduga merupakan dasar dari tindakan diskriminasi.

Tak ada bedanya dengan kondisi yang dialami oleh sesuatu yang bernama FOREX, entah sejak kapan forex selalu dibedakan dengan bisnis atau sumber penghasilan lainnya. Padahal forex memberikan tingkat kepastian yang tinggi dibandingkan dengan bisnis lainnya, yaitu 50:50. Kalau tidak profit, ya pasti sudah loss. Tidak ada pilihan lain lagi, meskipun suatu saat market sideways/tidak bergerak ke atas atau ke bawah sehingga tidak ada titik loss atau profit yang tersentuh, tapi suatu saat nanti kejadian ini akan pasti akan terjadi. Kepastian itu hanya dua pilihan: loss atau profit.

Mungkin diantara teman sudah ada yang bisa menebak ke mana arah postingan ini. Kenapa forex dan para pelakunya selalu diminta untuk memberikan kepastian, terutama pasti profit? Padahal banyak hal lain yang nyatanya tidak memberikan kepastian juga.

Mari saya contohkan...

Waktu saya SMA dulu, ada sebuah tempat les yang memasang banner sangat besar di mana mereka mengatakan siapa saja yang les di sana akan menjadi juara. Namun nyatanya apa? Saya tidak pernah menjadi juara di sekolah, menyedihkan.

Berapa banyak kampus atau perguruan tinggi yang dengan yakinnya memasang iklan/banner jika bersekolah di sana setelah lulus akan langsung kerja? Banyak! Memang diantara satu angkatan kelulusan pasti ada yang langsung kerja, namun mirisnya lebih banyak yang belum dapat kerja juga. Kalau memang begitu, kenapa tidak dibuat iklan yang mengatakan "tidak pasti mendapatkan kerja" saja?

Contoh terakhir adalah ekspedisi, ini adalah pengalaman saya sendiri. Saya sudah menggunakan layanan satu hari sampai tapi nyatanya tiga hari paket saya sampai di rumah.

Dan masih banyak contoh lainnya.

Bagaimana dengan forex?

Yang namanya pelaku forex, terlebih lagi seorang pengajar, tempat latihan, atau sejenisnya, kebanyakan akan diminta kepastian apakah setelah belajar dari sini akan konsisten mendapatkan profit.

Begitu juga dengan jasa sinyal forex, pasti saja ada yang menanyakan apakah akan profit terus.

Dan berbagai macam pertanyaan lainnya.

Ya itulah tuntutan pelaku forex, dituntut untuk sempurna dan tidak pernah merugi. Sementara di luar sana banyak suatu hal yang tidak memberikan kepastian namun nyaris tidak pernah komplain lalu berserah sambil berkata: "mungkin belum jodoh".

Tapi melihat fakta wajar saja ada tuntutan seperti ini karena ada oknum yang memberikan ekspetasi terlalu tinggi terhadap forex trading sehingga banyak orang kecewa karena apa yang mereka dapatkan tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Seperti bisa profit singkat dalam hitungan menit, atau mampu menghasilkan profit sampai puluhan persen.

Padahal, berdasarkan pantauan saya hasil trading master yang ada di luar sana sekitar 5% saja.

Di mana letak salahnya?

Saran saya, sebaiknya selektif ketika memilih tempat pelatihan forex, bagaimana pendapat dari alumninya dan seperti apa layanan yang diberikan, serta pastinya pengajar sudah profesional dan terbukti menghasilkan profit secara konsisten. Konsisten dalam arti lebih banyak hasil profit daripada loss.

Selain itu, kesalahan terletak pada diri masing-masing sehingga salah jurusan.

Maksud saya begini,

Pertama kita harus menentukan tipe trading apa yang akan kita lakukan dan kita sukai, setelah itu carilah guru yang tepat!

Misalnya kalau memang suka trading short term, jangan mencari guru trading yang mengajarkan long term, atau sebaliknya.

Dengan cara seperti ini, belajar trading akan jauh lebih cepat karena kita sudah menemukan gaya trading dan guru yang tepat.

Dengan postingan ini, saya harap semua orang bisa sadar jika forex sama seperti bisnis yang lain, atau kegiatan yang lain, tidak ada yang bisa memastikan apa yang akan terjadi.

Saya rasa sudah cukup, jangan lupa share postingan ini jika bermanfaat.

Posting Komentar

favourite category

...
test section description

Whatsapp Button works on Mobile Device only