19 Oktober 2018

Forex bukan judi, inilah penjelasan dan contohnya

Forex bukan judi, inilah penjelasan dan contohnya
Mendengar kata forex, saham dan sejenisnya, secara otomatis kebanyakan orang akan mengatakan kalau kegiatan tersebut adalah judi. Coba balik bertanya, apakah orang itu tahu persis mengapa suatu kegiatan dikatakan judi? Hmmm, menurut saya sepertinya tidak, karena biasanya hanya mendengar komentar dari orang lain atau pernah kecewa ketika bertransaksi hasilnya rugi terus sampai modal habis sehingga memvonis forex adalah judi. Andai kata forex bisa berbicara, mungkin ia akan berkata, "ape pelih awak?" (apa salah saya).

Perhatikan gambar di bawah:
Forex bukan judi, inilah penjelasan dan contohnya
Cukup diperhatikan saja, tidak perlu menebak ke mana grafik selanjutkan akan bergerak ke mana, entah ke bawah atau ke atas.

Apa yang teman pikirkan ketika melihat gambar di atas? Pastinya ada banyak.

Namun, dari beberapa orang pasti ada yang memiliki pikiran bahwa grafik identik dengan judi. Pola pikir inilah sebenarnya yang harus dirubah karena secara tidak sadar dengan melihat grafik biasanya orang yang mengatakan judi akan berpikiran bahwa harga harus ditebak ke mana arahnya agar mendapatkan keuntungan. Jika disederhanakan, segala bisnis yang berkaitan dengan grafik identik dengan judi, karena harus menebak arah selanjutnya.

Padahal, apa pun grafiknya, baik itu saham, forex, bahkan grafik gempa sekalipun, adalah gambaran dari kejadian yang sudah terjadi/berlalu.

Saya contohkan dengan kecepatan mobil. Apabila dari kondisi mobil diam sampai kecepatan 40kmh, ke manakah grafik kecepatan akan bergerak? Ke atas kan? Lalu mobil bergerak lebih cepat lagi dengan kecepatan 100kmh, tentu grafik akan naik juga. Tapi karena di depan ada tikungan, mobil melambat dan kecepatan menjadi 60kmh. Tentu saja dari kecepatan 100kmh ke 60kmh grafiknya akan turun.

Begitu juga dengan forex, namanya saja trading forex, jika diterjemahkan maka artinya perdagangan mata uang. Dari kegiatan berdagang tentu saja melibatkan pembeli dan penjual.

Jika:

Grafik bergerak ke atas, pembeli > penjual

Sebaliknya,

Grafik bergerak ke bawah, penjual > pembeli

Kegiatan jual beli inilah digambarkan dengan grafik, jika pembeli lebih banyak maka terbentuklah grafik naik, jika penjual lebih banyak maka terbentuklah grafik turun.

Perdagangan forex sama seperti perdagangan lainnya. Bagaimana jika grafik di atas saya ganti dengan perdagangan mangga? Apakah kegiatan jual beli mangga yang dituangkan/digambarkan dalam bentuk grafik akan dikatakan judi juga?

Akan saya contohkan.

Grafik di bawah adalah grafik harga mangga dari bulan ke bulan:
Forex bukan judi, inilah penjelasan dan contohnya
Dari bulan pertama, katakanlah stok buah mangga dalam kondisi stabil di mana stok buah mangga mampu memenuhi kebutuhan konsumen. Namun lanjut ke bulan berikutnya, karena stok buah mangga makin sedikit dan permintaan konsumen makin banyak maka harga mangga menjadi lebih mahal, sampai harga 4000 di bulan ke empat.

Karena terlalu mahal, akhirnya konsumen tidak mau lagi membeli buah mangga, mau tidak mau penjual harus menurunkan harga agar konsumen mau membeli mangga.

Cuaca yang tidak mendukung membuat setiap orang harus menjaga kesehatan dengan rutin mengkonsumsi buah mangga, sehingga permintaan menjadi lebih banyak dan harga mangga melambung kembali. Berapa pun harga yang dijual, karena setiap orang harus menjaga kesehatannya maka konsumen akan tetap membeli mangga meskipun harganya melebihi 5000.

Gerakan harga akan terus berubah sesuai permintaan dan persediaan mangga, dan perubahan harga mangga karena kegiatan jual beli tersebut digambarkan dengan grafik di atas.

Sama halnya dengan forex. Saya ulang lagi, grafik forex merupakan gambaran dari kegiatan jual beli mata uang. Jadi grafik bergerak naik dan turun sesuai dengan permintaan dan penawaran.

Dari penjelasan dan contoh tersebut, sama sekali tidak ada unsur judi dari market/pasar yang digambarkan dalam grafik, apa pun pasarnya.

Selain itu, judi identik dengan menebak ke mana grafik akan bergerak dan forex memang tidak bisa lepas dari grafik. Padahal pasar forex bisa dianalisa ke mana gerakannya berdasarkan data masa lalu. Dalam forex, tugas seorang trader sebenarnya bukan memprediksi ke mana harga akan bergerak, tetapi mempelajari gerakan harga di masa lalu dan mengaplikasikan gerakan tersebut pada saat ini dengan tujuan memperoleh gerakan yang sama.

Misalnya, di tahun lalu ada 48 gerakan grafik dengan pola: naik, turun, naik, naik, naik

Nah saat ini ada pola yang sama: naik, turun, naik, naik, ..................

Berdasarkan data di masa lalu, pola gerakan seperti itu selanjutnya akan dilanjutkan dengan pola naik. Tapi dalam forex tidak ada analisa yang 100% akurat, maka dari itu diperlukan manajemen resiko agar hasil yang kita dapatkan lebih banyak untung daripada rugi. Sangat disayangkan sekali apabila ada yang mengatakan bisa menghasilkan 100% dari forex tanpa loss, karena sebenarnya oknum inilah yang membuat nama forex semakin buruk.

Sekian penjelasan dari saya, jika ada yang masih kurang silakan tambahkan di kolom komentar.

Sumber gambar:
https://news.okezone.com/read/2017/06/13/340/1714650/ya-ampun-14-warga-kedapatan-sedang-asyik-main-judi-kartu

Posting Komentar

favourite category

...
test section description

Whatsapp Button works on Mobile Device only