18 Juli 2018

Siap tuk melantai lebih tinggi!

Saham, kata yang angker untuk sebagian besar telinga orang Indonesia, begitu pula yang saya rasakan dulu. Sebelumnya saya sudah pernah masuk di turunan pasar modal namun pada saat itu sama sekali tidak tertarik dengan saham sampai saya melewati baliho depan kampus sekitaran Denpasar. Tidak lama kemudian saya membaca seperti apa sih saham sebenarnya dan tidak perlu waktu lama akhirnya saya tertarik dengan saham.

Saham, mahluk apa itu?

Dekat dengan judi, sangat beresiko, hanya untuk kalangan kelas atas, itulah penilaian saham di sebagian besar orang Indonesia, termasuk saya sendiri, tapi dulu. Namun setelah dimengerti dan disederhanakan, pengertian saham kurang lebih seperti ini:

Memiliki saham sama dengan memiliki perusahaan

Sangat simpel kan? Itu pengertian yang sangat sederhana sekali di mana saya mengutipnya dari pakar saham. Jika dibuat lebih rumit sedikit, pengertian saham adalah bukti/surat penyertaan modal di perusahaan. Jadi misalnya perusahaan CLX memerlukan modal untuk memperbesar usahanya, maka perusahaan CLX melepas sahamnya, lalu saham tersebut kita beli. Keuntungan akan kita dapatkan apabila saham perusahaan CLX harganya meningkat.

Atas dasar tersebut saya membuka akun agar bisa berinvestasi saham. Sebenarnya masih banyak yang ingin saya jelaskan, namun postingan kali ini saya hanya ingin berbagi mengapa saya tertarik untuk membeli saham.

Selain mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga, saham juga dapat menyelamatkan kita dari inflasi. Anggap saja saat ini saya memiliki uang 50 ribu, cukup untuk membeli nasi padang komplit untuk saat ini. Apabila uang 50 ribu ini saya simpan sampai 10 tahun ke depan, apakah masih cukup untuk membeli nasi padang komplit? Kalau jawabannya masih ragu contohnya akan saya ganti. Berapa uang saku teman pada saat SD dulu? 500 rupiah kah? Ingatkah 500 rupiah itu bisa digunakan untuk membeli apa saja? Saya yakin sangat cukup untuk beli nasi bungkus. Nah apakah sekarang uang 500 rupiah cukup juga untuk beli nasi bungkus? Saya yakin masih cukup,  untuk beli bungkusnya saja. Lain ceritanya apabila 500 rupiah itu untuk membeli saham.

Memang sangat susah untuk merubah kebiasaan menabung di bank menjadi menabung di saham, jika saya boleh memberi saran ada baiknya mulailah berinvestasi saham. Selanjutnya akan saya bahas bagaimana cara memilih saham yang tepat untuk digunakan investasi.

Sukses selalu!

Posting Komentar

favourite category

...
test section description

Whatsapp Button works on Mobile Device only