09 Oktober 2015

Tidak ada yang namanya kebetulan, benarkah?

Saking banyaknya kejadian yang saya alami, akhirnya hal tersebut menggerakkan jemari saya untuk postingan ini. Tentu sudah tidak asing di telinga kita penggalan judul di atas, tapi tidak sedikit juga yang meragukan hal tersebut. Wajar, hal yang sifatnya tidak matematis memang sangat susah untuk membuat semua orang memberikan pendapat dan keputusan yang sama. Terlebih lagi apabila kita membahas kebetulan, saya yakin topik ini akan menyedot banyak perhatian. Nah khusus untuk postingan kali ini, ijinkan saya untuk mengemukakan pendapat bahwa kebetulan itu tidak ada. Kenapa? Mengapa?

Hmm, sebenarnya susah juga bagaimana membuktikan kebetulan itu tidak ada. Tapi coba kita ambil salah satu contoh yang saya buat di bawah:

Pada suatu hari yang panas, saya berjalan-jalan di kota Valhalla. Saya sangat haus dan berharap ada dagang es buah, setelah saya berjalan akhirnya di depan saya menemukan dagang es buah. Dagangnya cantik dan ngegemesin sekali, mirip idol di tv, sesekali ia berteriak oi oi oi! Saya berharap suatu hari nanti ada headline berita dengan judul dagang es buah gemez di kota Valhalla.

Kesimpulan yang dapat saya tarik sekaligus memunculkan pertanyaan adalah akhirnya setelah sekian lama berjalan saya dapat menemukan dagang es buah. Nah apakah itu kebetulan? Kebetulankah ada dagang es buah di depan saya? Mengapa bisa ada dagang es buah di depan saya? Dan mengapa dagang es buah itu mirip idol di tv?

Konon, apa yang kita pikirkan akan menciptakan situasi seperti apa yang kita pikirkan, walaupun tidak persis, walaupun tidak instan, walaupun kadang meleset dan seringkali harus melalui perjuangan dulu. Yang lebih parah lagi NOTHING! Tidak terjadi apa-apa.

Tidak ada yang bisa membuktikan dan menjamin argumen di atas, apa yang kita pikirkan akan menciptakan situasi seperti apa yang kita pikirkan. Hanya saja karena terlalu banyaknya rentetan peristiwa tersebut, dengan ini saya menyatakan kebetulan itu tidak ada, karena kitalah yang membuat situasi tersebut, meski seringkali saya sering mengatakan "eh kebetulan".

Beberapa contoh peristiwa bersejarah dalam hidup saya yang membuktikan kebetulan itu tidak ada:

Pada saat saya ingin mengambil judul skripsi, saya baru datang ke kampus dan teman saya dari kantin hendak ke ruang dosen. Saya bertemu tepat sebelum teman saya masuk ke ruang dosen dan saya mengatakan ingin mencari judul skripsi juga. Kebetulankah?

Saat awal kerja, saya kebingungan mencari kosan dan berharap mendapatkan kosan dekat kantor dan diatasnya ruang kosong yang bisa dinaiki, tujuannya agar bisa menjemur pakaian dan memasang antena wifi hehehe. Dan memang benar saya mendapatkan kosan yang persis seperti apa yang saya mau, jaraknya tidak lebih dari 7 menit dari kantor, kebetulankah?

Dan yang terakhir, Saya hendak mencari tablet windows agar bisa trading forex di mana pun. Setelah saya cari, akhirnya saya mendapatkan tablet dengan harga sangat terjangkau lengkap dengan keyboard wireless, kebetulankah?

Masih banyak lagi yang lainnya.

Kebetulan tidak datang begitu saja. Apakah jika kita ingin sukses lalu sukses itu akan nyelonong mendekati kita? Tentu tidak, dibalik kebetulan saya yakin ada usaha tiada henti di belakangnya. Bagaimana? Apakah sobat percaya juga kebetulan itu tidak ada?

"...Kebetulan itu sebenarnya skenario yang telah disiapkan, tanpa diketahui oleh siapa pun...".

Sumber gambar:
http://lechemindel-un.over-blog.com/page/32

Posting Komentar

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only