02 Juli 2014

Pengalaman 1 jam diprospek anggota MLM


Pengalaman ini baru kemarin malam saya alami. Jadi awalnya bapak saya mengatakan ada peluang bisnis dari salah satu rekannya dan kebetulan pada saat itu berhalangan hadir, maka sayalah yang disuruh untuk mengikuti kegiatan tersebut. Meskipun saya sudah tahu itu seminar MLM, tapi saya pikir tidak ada salahnya juga ikut selagi tidak ada kerjaan dan ini pertama kalinya saya mengkuti seminar macam ini, tidak tahu sumber yang pasti dan tidak tahu seperti apa yang akan terjadi hahaha.

Langsung saja saya ceritakan kegiatan di dalam aula, pada saat itu kegiatan ini berlangsung di aula salah satu hotel di Jembrana. MC pun langsung mengawali acara dengan presentasi salah satu orang yang katanya sudah sukses dari bisnis ini. Di presentasi tersebut terlihat orang tersebut sedang berlibur di luar negeri, ada di atas kapal pesiar. Namun sayangnya, sampai acara selesai tidak disebutkan berapa penghasilannya dari bisnis ini, hmmm...

Tak lama kemudian orang yang ada di presentasi mengisi acara tersebut sambil mengatakan siapa yang ingin sukses?

Saya!

Teriak kencang dari belakang kursi, itulah yang saya dengar.

Lalu diikuti dengan pertanyaan selanjutnya bla bla bla dan sampai pada akhirnya ia mempresentasikan bagaimana cara kerja dari bisnis ini. Seseorang yang ingin join harus membeli paket produk yang harganya minimal 8 juta, dan setelah itu harus mencari dua orang untuk membuat bisnis ini bisa berjalan sendiri, katanya.

Setelah presentasi mulailah ia membicarakan apa saja resiko dari bisnis ini, ia mengatakan hanya ditolak. Dan setelah membeli produk apa saja yang harus kita kerjakan? Lagi-lagi orang di belakang kursi dengan keras dan tegas mengatakan:

FIND 2!

Dalam hati sungguh lucu sekali rasanya berada di dalam ruangan dengan kondisi yang sudah diatur seperti ini, sempat saya tertawa merasakan kekonyolan tersebut. Namun karena masih penasaran saya tetapkan untuk mengikuti acara sampai selesai.

Presentasi sudah selesai, begitu saya mau pulang tiba-tiba saya dicegat dan diajak berbicara sebentar. Baiklah sebenarnya ini yang saya tunggu-tunggu. Kurang lebih seperti inilah percakapan saya dengan salah satu anggota:

A: anggota
S: saya

A: jadi kapan mulai ikut bisnis ini? ini adalah peluang! bayangkan 10 juta dalam seminggu! lebih cepat lebih baik
S: waduh maaf pak, untuk uang sebanyak itu saya belum punya saat ini
A: inilah pola pikir yang harus dirubah, kamu masih sama orang tua kalau ingin serius mintalah kepada orang tua
S: orang tua? loh tadi sewaktu presentasi dikatakan bisnis ini bisa membuat orang tua bahagia, kalau meminjam ke orang bukannya malah bikin orang tua susah kan?
A: bukan begitu, kamu masih ditanggung orang tua dan itu adalah hal yang wajar
S: wah rasanya gak pak, lebih baik saya menunggu sampai punya uang sendiri baru ikut bisnis ini
A: pola pikir kamu harus dirubah, kenapa tidak ngutang saja? dengan begitu kamu punya uang sendiri
S: ngutang segitu banyak saya tidak siap pak, nah bagaimana kalau begini...

Counter attack dimulai...

S: bagaimana kalau begini pak, saya pinjam duit bapak dulu dan saya sangat yakin akan bisa sukses dari bisnis ini seperti yang bapak katakan, nanti kalau sudah balik modal saya balikkan duit bapak
A: oh boleh saja! tapi harus ada jaminan!
S: jaminan saya pasti akan sukses di bisnis ini pak, dan terus berusaha
A: oh tidak bisa begitu! sama seperti masuk rumah sakit, kalau kamu tidak punya jaminan mana bisa diobati di sana
S: terus kalau saya ngutang, jaminan dari mana juga? kan sama saja jadinya

Lagi-lagi saya disuruh untuk merubah pola pikir dan akhirnya saya tutup dengan mengatakan ketika saya sudah punya uang nanti saya akan kembali lagi.

Diantara teman-teman sendiri apakah pernah juga memiliki pengalaman yang sama? Jujur saya sedikit agak prihatin dengan skema semacam ini, dengan cara memaksa orang untuk membeli produk yang tidak mereka perlukan. Selain itu pada saat seminar banyak diantaranya saya lihat orang tua yang kebanyakan dari desa terlihat dari penampilannya (MAAF) sangat berat untuk mengikuti bisnis macam ini. Maka dari itu apabila diantara sobat yang memiliki keluarga harap diperhatikan apabila akan mengikuti seminar yang belum tentu seperti apa acaranya, karena motif dari MLM biasa seperti ini, tanpa memberikan informasi yang jelas terlebih dahulu dan menjanjikan bisa beli kapal pesiar dan pulau. Jangankan pulau, tak satu pun saya lihat mobil sport terparkir. Secara logika dengan penghasilan yang sedemikian fantastis tidak aneh kan terpajang paling tidak satu saja mobil sport.

Ada banyak hal lucu lagi yang saya alami hanya saja masih tersimpan di otak dan cerita ini kurang berurutan karena saya tulis apa adanya sesuai yang saya ingat, lain waktu akan saya bagi lagi pengalaman unik seperti ini.

Sumber gambar:
http://literaturaseccionlugo.blogspot.co.id/2015/02/

5 komentar:

  1. gileee.. uang 8jt mending dipake buat bisnis yang pasti2 aja deh yak :D
    dagangan yang jelas2 bakal laku deh, biar untung dikit2 tapi jelas ada untungnya..

    BalasHapus
  2. 10 juta dalam seminggu. GILE bener :D
    Prospek bagus nih

    BalasHapus
  3. uang segitu mending buat beli GA udah dpt buanyakkkk.

    BalasHapus
  4. Saya juga pernah mengalami hal yang sama dengan anda, setiap presentasi mlm selalu berisi kesaksian para senior yg sudah bisa beli mobil, rumah, dan keliling dunia dalam waktu singkat ,membuat saya tergiur pada awalnya, namun saat para senior mengatakan untuk bisa sukses seperti itu, saya harus beli paket minimal 3-4 juta, sebagai mahasiswa uang sebanyak itu dari mana? Mau minta ortu ga tega, mau utang ke saudara/temen ga enak, mau utang ke bank saya blm kerja?

    BalasHapus
  5. Pengalamannya kok sama ya

    BalasHapus

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only