May 17, 2014

Kisah pribadi, tertolong oleh kaum sosialita

Kisah pribadi, tertolong oleh kaum sosialita
Sebelum membaca seluruh isi post ini, jujur saya tidak ada niat untuk memojokan siapa pun termasuk yang merasa sosialita (saya yakin tidak ada yang mau mengaku). Malah lebih condong untuk berterimakasih kepada kalian entah itu siapa pun yang suka check in, foto selfie, posting makanan, ngegaul dan apalah lagi istilahnya saya gak tahu hehe. Jadi ini adalah kisah saya pribadi sekitar dua minggu yang lalu yang secara tidak langsung terbantu oleh mereka, kaum sosialita.


Sekitar dua minggu yang lalu, ceritanya saya ingin membeli modem wifi yang terlihat di iklan televisi. Setelah searching akhirnya saya putuskan untuk COD dengan salah satu seller yang berada di Batubulan, daerah di utara Denpasar.

Ketika saya mencari tempat jualan seller tersebut, ia hanya mengatakan berada di jalan raya Batubulan, depan pizza xxx (bukan pizza h*t). Berhubung jalan raya Batubulan itu panjang, tidak mungkin kan saya menelusuri setiap jalan hanya untuk mencari satu tempat saja. Insting saya mulai berjalan bagaimana kalau saya mencari alamat pizza xxx, karena menurut seller lokasi jualannya tepat berada di gerai pizza tersebut.

Jreng jreng! Gotcha! Begitu searching ke om google, deretan aplikasi social media seperti path dan foursquare menghiasi halaman pertama pencarian. Sampai sini pencarian saya berakhir sudah. Tinggal membuka google maps dan GPS mengantarkan saya ke tempat tersebut.

Kisah ini sama persis seperti saya COD power bank di sekitar stasiun Mangga Besar beberapa bulan lalu ketika sempat bekerja sementara di Jakarta. Seller tersebut sudah menentukan lokasinya di toko kue H*rvest Mangga Besar dan saya sama sekali tidak kesulitan mencarinya setelah turun dari stasiun. Kaum sosialita sudah membantu saya terlebih dahulu dengan check in di sana dan tentunya tidak lupa foto kue yang dijual di sana, hehe.

Nah itulah sepenggal kisah nyata saya yang terbantu oleh kaum sosialita. Jika kita teliti lebih dalam lagi, apa sih sebenarnya sosialita tersebut?

Definisi sosialita
Menurut pandangan saya pribadi, kaum sosialita adalah mereka yang suka ke tempat kelas atas dan menghabiskan waktu di sana. Tidak lupa diikuti oleh kegiatan check in sebagai tanda sudah pernah ke tempat tersebut, foto bareng, makan besar dan melakukan kegiatan lainnya. Namun, menurut wiki sosialita adalah seseorang atau sekelompok orang yang selalu berpartisipasi dalam aktivitas sosial dan menghabiskan waktu untuk menghibur dan dihibur pada acara-acara mode kelas atas.

Kaum sosialita, merugikan atau menguntungkan?
Setiap hal di dunia ini konon katanya membawa dampak baik dan buruk. Namun bagi saya sendiri, justru terbantu dengan kaum seperti ini, walaupun mereka yang melakukan hal tersebut tidak dapat langsung dikatakan sebagai kaum sosialita.

Contoh lain dari keuntungan kaum sosialita adalah suka check in di tempat makan yang aneh bagi saya. Padahal, sering saya temui tempat makan yang terlihat mewah dan mahal sebenarnya tidak demikian. Justru konsep yang terlihat mewah tersebut membuat orang takut masuk karena terkesan tempat makan mewah. Mungkin hal ini perlu ditinjau kembali terutama bagi sobat blogger yang mempunyai usaha tempat makan, usahakan bila tempatnya mengikuti mode jaman sekarang jangan sampai membuat kebanyakan orang takut masuk, karena itulah yang sering saya alami, hehe.

Kesal dengan kaum sosialita? Hmm
Tidak luput juga dari pengamatan saya banyak yang kesal dengan tingkah kaum sosialita yang keseringan check in, dikit-dikit posting, dikit-dikit narsis. Bagi saya biarlah sudah, toh juga tidak merugikan kita kan? Namun yah semua ini balik ke pendapat sobat sendiri. Kalau bagi saya sih seperti pengalaman diatas dari jaman awalnya ada istilah sosialita tidak pernah merasa kesal, justru bahagia karena bisa numpang makan di tempat seperti itu, hahaha...

Lalu, apakah sobat blogger pernah mempunyai pengalaman yang sama juga?

4 comments:

  1. menarik, mmg istilah sosialita agak sedikit kurang mengerti saya,, tapi dengan artikel di atas jadi tergambar dech sedikit. Apa ibu2 arisan termasuk sosialita sobat ha ha ha!!, tapi jika kaum ini mau melakukan kegiatan sosial dan sebagainya saya rasa ada bagusnya jd tidak cuma bersenang2. Mungkin ada dari mereka yang seperti itu, fun plus sharing (mungkin), soalnya teman saya ada yg spt itu, saya ga terlalu deket dia gaul sama org2 jetset, party2 dll tpi kalu urusan sosial dia juga sangat membantu, ha ha ha apa itu sosilita gaya baru yah saya tdk tahu?, seep makasih sharingnya salam ngeblog sobat ;) kunjungan perdana ini

    ReplyDelete
  2. Kalo aku pribadi sih, ngga masalah atau ngerasa keganggu sama sosialita ini.. Heheh.. Mereka mau ngapain, jungkir balik kek, ngabisin duit mereka yang sampe 7 turunan itu kek, yah ngga peduli juga. Bukan apatis sih, tapi lebih ke menghemat tenaga dan pikiran aja. Sayang kalo dibuang percuma buat 'ngurusin' mereka.. :D

    Tapi ada tuh, sosialita yang akhirnya meninggalkan gemerlap dunianya.. Dan akhirnya full-time untuk mengurus anak-anak yang kurang mampu, menyuapi, menggendong, tanpa memakai perhiasan berliannya lagi. Wah.. Salut banget aku ^^

    ReplyDelete
  3. Secara etimologis, 'sosialita' berakar dari kata 'sosialite' (orang yang bersosialisasi). Tentunya mereka tidak harus kelas atas. Seorang tukang becak seperti Harry van Jogya pun bisa disebut sosialita, jika melihat jejaring dan aktivitas sosialnya yang sangat luas (lokal-nasional-internasional).

    btw, nice post gan :)

    ReplyDelete
  4. Kadang saya cuma ngerasa iri aja, kok mereka bisa gampang cari duit, ya... Gimana caranya, ya.... Gitu, hehe....

    ReplyDelete

Ada pertanyaan serius? Ingin segera dijawab? Silakan ajukan pertanyaan melalui halaman Contact Person atau chat langsung via Telegram app, thank!