April 15, 2009

Hari sialnya Made Gelgel

Mungkin hari Minggu, tepatnya tanggal 12 April 2009 menjadi salah satu hari tersial saya. Gimana ng'ngak coba, hari itu paginya saya ikut tes TPA di salah satu universitas di Denpasar. Waduh sulitnya minta ampun, trus waktunya cuma 90 menit! Dari 120 soal, kira-kira cuma 90 soal yang bisa saya jawab, gimana bisa diterima! Dan yang lebih parah lagi, pelajaran yang saya pelajari sehari sebelum tes satu pun gak keluar di soal!!! Tapi gimana ya, temen-temen lain yang ikut tes pasti gitu juga ya? Hehehe... Sial belum berakhir, sore harinya ketika saya pulang dari Denpasar, entah apa yang terjadi sepeda saya oleng di tengah jalan, hampir jatuh! Berhenti sebentar di pinggir jalan, ingin mengetahui apa yang terjadi. Ya Tuhan, ternyata ban belakang sepeda saya kempes, mana kempes di tanjakan lagi. Terpaksa deh jalan untuk mencari bengkel.

Bengkel pertama ketemu, sejenak berkata "syukur" dalam hati. Ketemu? ya ketemu, tapi TUTUP! Untung saja anak muda yang ada di bengkel itu mau memompa ban sepeda saya. Tapi hari itu mungkin hari yang sial, ban sepeda saya ternyata bocor, anak muda itu tidak dapat membantu saya lebih jauh lagi karena ia hanya punya kompresor, bukan alat tambal ban. Terpaksa saya harus pamitan dan pergi berjalan lagi untuk menemukan bengkel.

Sungguh malunya hari itu, banyak orang lewat melihat saya seperti mau mengejek dan tertawa. Tak apa-apa lah, hitung-hitung hibur orang biar saya bisa masuk sorga, hehehe...



Sudah jauh berjalan tapi satu pun bengkel belum saya temui. Akhirnya usaha saya tak sia-sia. Di seberang jalan ternyata masih ada bengkel yang belum tutup sepertinya, karena pintunya masih terbuka setengah. Segera saya masuk ke bengkel itu. Lagi-lagi sial, tukangnya sudah pulang!!! Aduh kayaknya saya memang harus menginap di pinggir jalan, daerah itu masih sangat jauh dari rumah saya, kalau gak salah di daerah Tabanan, sedangkan rumah saya di Jembrana.

Tuhan memang maha penyayang dan maha pengasih, tak jauh dari bengkel kedua saya melihat bengkel ketiga. Tutup? Sorry yah, bengkel yang ini buka! Ini nih bengkel yang udah nyelametin jiwa saya, hehehe...


Sungguh terkejutnya saya ketika ditanya oleh ibu-ibu, "pecah dik?", lalu saya jawab "iya". Ternyata orang yang akan menambal ban sepeda saya adalah ibu itu! Tak tega melihat ibu itu membawa seperangkat alat bengkel. Hati kecil saya berkata, "saya berhutang kepada ibu ini, jasanya tak akan pernah saya lupakan".

Kurang lebih 30 menit sudah berlalu, ibu itu akhirnya selesai mengganti ban dalam sepeda saya. Ternyata ban belakang sepeda saya tertancap paku! Dasar paku sialan!

Akhinya selesai sudah penderitaan, saya pun langsung membayar upah kepada ibu itu, untung uang saya pas. Seandainya uang saya lebih, saya akan membayar lebih kepada ibu itu atas jasanya. Setelah membayar saya langsung pulang dengan hati bersyukur.

Apa yang kita dapat dari pengalaman ini? Saran saya sebaiknya hindari pulang di malam hari. jika macet, hindari menyalip di jalan yang rusak, dan yang paling penting selalu berdoa sebelum berpergian.


Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Ada pertanyaan serius? Ingin segera dijawab? Silakan ajukan pertanyaan melalui halaman Contact Person atau chat langsung via Telegram app, thank!